Pada tahun 1980, seorang anak yang masih duduk di kelas VI SD bertanya pada ayahnya tentang fungsi jari tangan.

Anak: “Ayah apa fungsi jari-jari tangan?”

Ayah: “Oh… begini nak, pertama jari kelingking fungsinya untuk menunjukkan kalau kamu marahan sama temenmu, terus jari manis untuk cincin biar manis kelihatannya, selanjutnya (sang ayah melewati jari tengah dan langsung pada jari telunjuk) jari telunjuk untuk menunjuk sesuatu, terakhir jari jempol bila kamu mau bilang sesuatu bagus atau hebat menggunakan jari jempol.

” Anak: “Terus jari yang tengah untuk apa?”

Ayah: “(Berpikir sejenak) Nak… nanti kalo kamu sudah gede, sudah kimpoi, baru ayah kasih tau, sabar yah…” Waktu pun berlalu akhirnya pada tahun 2007, Si anak sudah gede dan menikah. Sesudah menjalani acara makan-makan di hari perkimpoian sang anak, bertanyalah si anak pada ayahnya.

Anak: “Ayah masih ingat dulu ayah pernah bilang mau kasih tahu fungsi jari tengah pada saya?”

Ayah: “Oh iyah… begini (sambil berbisik) kalo nanti kamu berhubungan intim dengan istrimu dan kamu udah capek nah… itulah fungsi jari tengah.”

Anak: “Maksud ayah?”

Ayah: “Ah… kamu ini gimana sih… yah itu gunain jari tengahmu itu.”

Anak: “Gimana caranya???”

Ayah: “Sini, masak kamu nggak mikir sih… jari tanganmu diangkat terus dorong ke jidat istrimu itu… bilang GUE UDAH CAPEK BEGO!!!”